Hubungan Antara Lingkar Perut dengan Kepadatan Tulang Pada Lanjut Usia di Desa Barengkok dan Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor

Fikri, Rijalul (2017) Hubungan Antara Lingkar Perut dengan Kepadatan Tulang Pada Lanjut Usia di Desa Barengkok dan Puraseda, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor. Bachelor thesis, Universitas Binawan.

[img] Text
FISIOTERAPI - 2017 - RIJALUL FIKRI repo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (707kB)

Abstract

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hubungan antara Lingkar perut dengan Kepadatan Tulang lanjut usia di Desa Barengkok dan Puraseda Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor. Metode : Desain penelitian ini adalah analisis lanjut yang menggunakan data penelitian sebelumnya yang berjudul “Senam Lansia dan Terapi Komplementer pada Kesehatan Fisik dan Mental pada Lansia di Desa Barengkok dan Desa Puraseda Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor Tahun 2017”, pengambilan data dilakukan sesaat (cross-sectional). Total sampel penelitian ini yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi adalah 80 lansia. Kriteria inklusi yang digunakan adalah lansia berusia 60-72 tahun dan tinggal di Desa Barengkok dan Puraseda. Lingkar perut didapatkan dari hasil pengukuran lingkar perut dan nilai kepadatan tulang didapatkan dari densitometri dengan parameter T-score. Hasil : Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa dari 80 responden, kategori nilai kepadatan tulang pada lansia paling banyak terdapat pada Osteoporosis (70%) sedangkan untuk osteopenia (30%). Sedangkan nilai lingkar perut pada lansia terbanyak adalah beresiko rendah pada perempuan dengan 21 orang (80,8%). Setelah dilakukan analisis antara lingkar perut dengan kepadatan tulang pada lansia didapatkan hasil r = 0,01 dan p = 0,96 (p>0,05). Kesimpulan : Berdasarkan hasil dari analisis data dan pembahasan dari penelitian ini, didapatkan data bahwa lansia di Desa Barengkok dan Puraseda memiliki lingkar perut lebih banyak yang beresiko rendah dan perempuan lebih banyak yang memiliki lingkar perut beresiko rendah dari laki-laki. Untuk kepadatan tulang, lansia dengan osteoporosis lebih banyak dibandingkan lansia dengan osteopenia. Hubungan antara lingkar perut dengan kepadatan tulang memiliki korelasi yang sangat lemah dan secara statistic tidak bermakna dan hipotesis penelitian ini ditolak.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing 1 : Drs. Slamet Sumarno, M.Fis, dan Pembimbing 2 : dr. Vivi Kurniati Tjahjadi, M.Si
Uncontrolled Keywords: Lansia, Lingkar Perut, Kepadatan Tulang
Subjects: R Medicine > RC Internal medicine
Depositing User: Cambari
Date Deposited: 29 Apr 2020 11:49
Last Modified: 29 Apr 2020 11:49
URI: http://repository.binawan.ac.id/id/eprint/526

Actions (login required)

View Item View Item