Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Mobilisasi Dini Terhadap Kemampuan Melakukan Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi Dengan General Anestesi Di RSUD Tarakan Jakarta.

Kuswana, Nana (2017) Hubungan Tingkat Pengetahuan Pasien Tentang Mobilisasi Dini Terhadap Kemampuan Melakukan Mobilisasi Dini Pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi Dengan General Anestesi Di RSUD Tarakan Jakarta. Bachelor thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binawan.

[img] Text
KEPERAWATAN-2017-NANA KUSWANA-repo.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Kemampuan melakukan mobilisasi dini pasca operasi laparatomi adalah aktivitas yang dilakukan pasca pembedahan dimulai dari latihan ringan diatas tempat tidur (latihan pernapasan, latihan batuk efektif dan menggerakkan tungkai) sampai dengan pasien bisa turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi dan berjalan keluar kamar. Metode penelitian dengan Deskriptif Crossectional, dengan jumlah responden 60 orang yang menjalani operasi laparatomi dengan general anestesi. Analisa yang digunakan adalah uji Spearman Rho dengan analisa Univariat dan Bivariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 26,7% dari jumlah responden dengan tingkat kemampuan yang cukup dan 36,7% dari jumlah responden dengan kemampuan melakukan mobilisasi dini yang belum mampu. Sedangkan untuk tingkat pengetahuan yang cukup tetapi belum mampu melakukan mobilisasi dini sebesar 37,5% dari jumlah responden. Untuk tingkat pengetahuan yang baik tetapi belum mampu melakukan mobilisasi dini sebesar 36,4%. Tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan pasien tentang mobilisasi dini dengan kemampuan melakukan mobilisasi dini pasca operasi laparatomi dengan general anestesi dengan nilai p value (0,937) > α (0,05) dan nilai r = 0,010 yang menandakan korelasi antara variabel tingkat pengetahuan pasien tentang mobilisasi dini dengan kemampuan melakukan mobilisasi dini pasca operasi laparatomi dengan general anestesi adalah sangat lemah. Diharapkan kepada semua tenaga kesehatan khususnya yang berada dilingkungan RSUD Tarakan Jakarta harus mengetahui kemampuan komunikasi pasien, dan untuk semua tenaga kesehatan diharapkan dapat mengikuti pelatihan komunikasi terapeutik agar tenaga kesehatan dapat lebih baik lagi dalam memberikan penjelasan tentang pentingnya mobilisasi dini pasca operasi laparatomi kepada pasien dan keluarga pasien.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Additional Information: Pembimbing: Yuli Utami, SKp, MN dan Handayani, S.Kp, M.Kep, Sp.Mat.
Uncontrolled Keywords: Pengetahuan, mobilisasi dini dan kemampuan melakukan mobilisasi dini
Subjects: R Medicine > RT Nursing
Depositing User: Cambari
Date Deposited: 30 Oct 2019 06:19
Last Modified: 30 Oct 2019 06:19
URI: http://repository.binawan.ac.id/id/eprint/173

Actions (login required)

View Item View Item