HUBUNGAN KONSUMSI PANGAN SIAP SAJI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN RESIKO STATUS GIZI LEBIH DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BINAWAN

MAULANI, NYULI (2021) HUBUNGAN KONSUMSI PANGAN SIAP SAJI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN RESIKO STATUS GIZI LEBIH DI MASA PANDEMI COVID-19 PADA MAHASISWA UNIVERSITAS BINAWAN. Bachelor thesis, UNIVERSITAS BINAWAN.

[img] Text
GIZI-2021-NYULI MAULANI.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB)

Abstract

Covid-19 merupakan penyakit infeksi baru yang masuk ke Indonesia pada akhir tahun 2019. Selama pandemi Covid-19 aktivitas fisik masyarakat menurun. Makanan cepat saji atau biasa disebut fast food merupakan makanan yang dapat disiapkan dan disajikan secara cepat. Kurangnya aktivitas fisik dan ketidakseimbangan antara asupan energi yang dimasukkan ke dalam tubuh dengan energi yang dikeluarkan dari tubuh dapat memicu terjadinya status gizi lebih. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara konsumsi pangan siap saji dan aktifitas fisik terhadap status gizi lebih pada mahasiswa selama pandemi Covid-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dan menggunakan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 84 mahasiswa Universitas Binawan yang dipilih menggunakan accidental sampling. Data yang dikumpulkan berupa status gizi, konsumsi fast food, dan aktivitas fisik. Analisis statistik menggunakan uji chi-square antara hubungan konsumsi fast food dan aktivitas fisik terhadap status gizi lebih. Prevalensi mahasiswa Binawan mengalami gizi lebih yaitu 29,8% dan normal 70,2%. Tingkat aktivitas fisik mahasiswa ringan (51.2%) dan sedang (48.8%). Uang saku mahasiswa selama pandemi dengan kisaran kurang dari Rp.1.000.000 (52.4%) dan lebih dari Rp.1.000.000 (47.6%). Hasil penelitian didapatkan bahwa mahasiswa yang gizi lebih dengan konsumsi fast food jarang sebanyak (8,3%), sedangkan dengan konsumsi fast food sering sebanyak (21,4%). Mahasiswa yang gizi lebih dengan aktivitas fisik ringan sebanyak (25%) sedangkan mahasiswa yang gizi lebih dengan aktivitas fisik sedang sebanyak (4,8%). Analisis statistik menunjukan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara frekuensi konsumsi fast food dengan status gizi (p-value: 0,073) dan tidak ada hubungan antara aktivitas fisik terhadap status gisi (p-value: 0,0643). Hal ini menunjukan bahwa mahasiswa dengan status gizi normal dan lebih memiliki presepsi yang sama yaitu sering konsumsi fast food dan aktivitas fisik yang rendah selama pandemi Covid-19. Oleh karena itu, pemilihan asupan makanan yang tepat dan meningkatkan aktivitas meski belajar di rumah sebaiknya dilakukan untuk mencegah terjadinya gizi lebih.

Item Type: Thesis (Bachelor)
Uncontrolled Keywords: aktivitas fisik, covid-19, fast food, status gizi, mahasiswa
Subjects: R Medicine > RA Public aspects of medicine > RA0421 Public health. Hygiene. Preventive Medicine
Depositing User: Cambari
Date Deposited: 13 Jan 2023 03:30
Last Modified: 13 Jan 2023 03:30
URI: http://repository.binawan.ac.id/id/eprint/2452

Actions (login required)

View Item View Item